Selasa, 26 April 2011

Akuntansi Internasional

Akuntansi internasional menjadi semakin penting dengan banyaknya perusahaan multinasional yang beroperasi di berbagai negara dibidang produksi, pengembangan produk, pemasaran dan distribusi. Di samping itu pasar modal juga tumbuh pesat yang ditunjang dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi sehingga memungkinkan transaksi di pasar internasioanl dan berlangsung secara terus menerus. Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi Sistem Akuntansi: time b

1. Sistem hukum.

Peraturan perusahaan termasuk dalam sistem hokum yang berlaku di suatu negara Beberapa negara termasuk Belanda, Italia, Jerman, Perancis dan Spanyol menganut sistem hukum yang digolongkan dalam aturan-aturan yang dikaitkan dengan ide dasar moral dan keadilan yang cenderung menjadi doktrin. Pemilik dana.

2. Pengaruh sistem perpajakan.

Sistem perpajakan dapat mempengaruhi sistem akuntansi dengan melihat sejauh mana peraturan perpajakan menentukan pengukuran akuntansi.

3. Kemantapan profesi akuntan.

Badan-badan yang dibentuk sebagai wadah profesi ternyata berbeda di setiap Negara dan hasilnya beruoa aturan-aturan atau standar yg dipengaruhi oleh bentuk, wewenang, dan anggota dari badan-badan tersebut. Di beberapa Negara ditemui adanya pemisahan profesi akuntan sebagai ahli perpajakan atau sebagai akuntan perusahaan. Anggota suatu badan yang mengatur standar akuntansi bisa terdiri hanya dari kalangan akuntan publik atau mengikutsertakan pihak-pihak dari kalangan dunia usaha, industri, pemerintah dan kalangan pendidik.

4. Inflasi.

Di Negara-negara tingkat inflasi mencapai ratusan persen setiap tahun, seperti Amerika Serikat penggunaan metode general price level adjustment menjadi relevan mengingat adanya kebutuhan untuk menganalisis laporan keuangan secara tepat dibandingkan dengan tetap menggunakan historical cost.

5. Teori akuntansi.

Teori akuntansi sangat mempengaruhi pelaksanaan praktik-praktik akuntansi seperti halnya yang terjadi di Belanda. Di Negara ini, para ahli teori akuntansi mengatakan bahwa penggunaan laporan keuangan akan mendapatkan penilaian kinerja yang wajar dari perusahaan jika akuntan diperbolehkan untuk menggunakan judgement untuk memilih dan menampilkan angka-angka tertentu. Dalam hal ini disarankan penggunaan replacement cost information. Salah satu contoh pengaruh teori akuntansi dalam praktek akuntansi adalah dengan disusunnya conceptual framework.

6. Accidents of history.

Sistem dan praktik akuntansi tidak bisa lepas dari kondisi politik dan ekonomi di negara yang bersangkutan. Kejadian-kejadian tertentu biasanya memberikan pengaruh yang langsung terasa dalam penerapan metode tertentu. Krisis ekonomi di Amerika Serikat di akhir tahun 1920-an memunculkan standar akuntansi yang mengharuskan adanya pengungkapan (disclosure) data keuangan. Untuk Indonesia, krisis nilai tukar di pertengahan tahun 1997 menyebabkan munculnya pernyataan atau interpretasi yang berkaitan dengan penggunaan mata uang asing dalam pelaporan keuangan serta perlakuan atas selisih kurs. Kolonialisasi juga menyebabkan negara yang diduduki dengan sendirinya mengikuti sistem dan praktik akuntansi negara yang mendudukinya. Standar akuntansi tidak dapat dilepaskan dari pengaruh lingkungan dan kondisi hukum, sosial dan ekonomi suatu negara tertentu. Hal-hal tersebut menyebabkan suatu standar akuntansi di suatu negara berbeda dengan di Negara lain. Globalisasi yang tampak antara lain dari kegiatan perdagangan antar Negara serta munculnya perusahaan multinasional mengakibatkan timbulnya kebutuhan akan suatu standar akuntansi yang berlaku secara luas di seluruh dunia.

0 komentar:

Poskan Komentar