Kamis, 03 Juni 2010

Analisis Laporan Keuangan Pada Bank Permata Tahun 2006, 2007 dan 2008

Nama : Vitra O. Utami

NPM : 212.07.448

Kelas : 3EB05

Dosen : Istichanah

Resume 2

Analisis Laporan Keuangan Pada Bank Permata

Tahun 2006, 2007 dan 2008

.

Laporan Keuangan merupakan media informasi yang digunakan oleh perusahaan yang bersangkutan untuk melaporkan keadaan dari posisi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, terutama bagi pihak kreditur, investor, dan pihak manajemen dari perusahaan itu sendiri. Dalam menetukan tingkat profitabilitas dan perkembangan usahanya serta kinerja manajemen, perusahaan menggunakan laporan keuangan yang disajikan pada akhir periode perusahaan yang kemudian diadakan suatu analisis atas laporan keuangan .

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, maka kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah:

Analisis Laporan Keuangan Bank Permata dapat dinilai baik. Hal tersebut dinilai dari likuiditas, rentabilitas, dan solvabilitas Bank yang menjadikan tolak ukur dalam analisis Laporan Keuangan Bank.

Ø Rasio Likuiditas

Dari hasil analisis likuiditas menunjukan bahwa cash Ratio Bnak tersebut paling tinggi terjadi pada tahun 2007 sebesar 348.16% . Untuk reverse requirement Bank Permata telah melampaui ketentuan minimum sebesar 3.35% sedangkan LAR pada Bank Permata dikatakan tidak sehat karena diatas batas yang ditentukan sebesar 75% .

Ø Rasio Rentabilitas

Possisi ROA pada Bank Permata dari tahun 2006 sampai dengan 2008 rata-rata dalam kondisi sehat karena memenuhi batas minimum sebesar 1. 2%. Hanya saja pada tahun 2006 ROA berada dibawah standar minimum sebesar 1.16%.

Ø Rasio Solvabilitas

Kondisi permodalan pada Bank Permata dinilai cukup baik. Ini dilihat dari tabel perhitungan CAR dan DER, dimana posisi CAR berada sedikit di atas atau sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yang berkisar antara 8% sampai dengan 9%. Hanya saja pada tahun 2006 berada dibawah standar minimum sebesar 3.35%. Meskipun demikian solvabilitas dalam kondisi menunjukan bahwa modal sendiri Bank dapat digunakan untuk menutup akibat penurunan aktiva Bank itu sendiri.

0 komentar:

Poskan Komentar